Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2020

#AlenaAlindra-2: Aku, Alena [sebuah pengenalan tokoh]

  Dalam rangka mengenal Alena Diah Setiadji secara lebih jauh, inilah dia Ale si berisik dengan sejuta cerita biasa saja di hidupnya. Ale adalah manusia biasa, suka bernafas, suka tidur, dan suka makan. Benar-benar biasa bukan?. "Le", "Ale", "Ale-ale", adalah sapaan yang akrab untukku. Ah, selain suka bernafas, aku juga suka ngopi dan nongkrong.    Ah, kalian pasti akan bertanya bagaimana sifatku. Kalau menurut orang terdekatku, sifatku itu ambisius, receh, pendengar terbaik, penasehat terbaik, konsisten, sangat kritis, kadang jutek, kadang galak, dan sangat mudah tertawa. Ya.... kurang lebih sih begitu. Ah, kalau berdasarkan kesadaranku sih selain yang tadi sudah kusebutkan, aku juga kadang impulsif dan sangat perfeksionis terhadap beberapa hal. Ribet bukan?.      Aku kadang merasa khawatir dalam menjalin hubungan pertemanan. "Apakah aku bisa diterima?" adalah pertanyaan yang paling sering muncul dalam benakku saat aku masuk ke lingkungan y...

#AlenaAlindra-1: Jadi, Kita Ini Apa?

Jogja, siang itu pukul 11. Aku tengah duduk didepan laptopku sembari menikmati semangkok mie rebus yang baru saja kubuat. Tiba-tiba sebuah pesan muncul di layar ponsel. "Le" "Le kamu di kos gak?" "Le" "Alena Diah Setiadji". Ah, kalian tau? kalau orang ini sudah spam chat dan mengetik namaku dengan lengkap, tandanya dia benar-benar serius membutuhkanku saat itu juga. Dengan enggan aku akhirnya aku menggerakan tanganku untuk menggapai ponselku yang jauh diujung kasur. "iya" kubalas sekenanya. "iya apa?" "iya dikos. cepat kesini. Udah ya aku mau makan mie". balasku cepat. Aku tak ingin waktu untuk menikmati mie rebusku berkurang. Ah iya, namaku Alena Diah Setiadji , seorang mahasiswa tingkat akhir yang hobinya makan mie dan streaming  film . Aku adalah mahasiswa rantau di Jogja. Ya, aku bukan warga asli Jogja. Oh iya, temanku yang senang merusuhiku itu namanya Alindra Putera, panggil Ali aja lah b...

#MenataKata-5 : Sebuah Puisi

Gambar
Ah, Menyusahkan! "aku sudah sampai" Aku masih ingat... bagaimana pesan itu tiba-tiba muncul di layar ponsel. Sebenarnya Aku ingin bertanya perihal kabar Kepada si manusia yang menungguku ditempat ini kala itu, Tapi... Aku terlalu gengsi untuk melontarkan basa-basi! Ah, orang terdekatku pasti sudah tau sebesar apa gengsi yang aku punya. Susah memang menjadi manusia dengan gengsi yang tinggi. "silakan mati bersama tumpukan gengsi!", pekik nuraniku, pada diriku.