#AlenaAlindra-2: Aku, Alena [sebuah pengenalan tokoh]
Dalam rangka mengenal Alena Diah Setiadji secara lebih jauh, inilah dia Ale si berisik dengan sejuta cerita biasa saja di hidupnya. Ale adalah manusia biasa, suka bernafas, suka tidur, dan suka makan. Benar-benar biasa bukan?. "Le", "Ale", "Ale-ale", adalah sapaan yang akrab untukku. Ah, selain suka bernafas, aku juga suka ngopi dan nongkrong.
Ah, kalian pasti akan bertanya bagaimana sifatku. Kalau menurut orang terdekatku, sifatku itu ambisius, receh, pendengar terbaik, penasehat terbaik, konsisten, sangat kritis, kadang jutek, kadang galak, dan sangat mudah tertawa. Ya.... kurang lebih sih begitu. Ah, kalau berdasarkan kesadaranku sih selain yang tadi sudah kusebutkan, aku juga kadang impulsif dan sangat perfeksionis terhadap beberapa hal. Ribet bukan?.
Aku kadang merasa khawatir dalam menjalin hubungan pertemanan. "Apakah aku bisa diterima?" adalah pertanyaan yang paling sering muncul dalam benakku saat aku masuk ke lingkungan yang baru aku selami. Tapi ternyata orang-orang bisa menerima keribetanku ini. Yah, aku punya teman meskipun tidak begitu banyak. Aku akui, aku memang agak memilih teman. Aku akan berteman dengan mereka yang membuatku nyaman dan bisa membuatku tertawa dengan kencang.
Aku tidak menyukai orang yang bergantung pada orang lain dan bergantung pada orang lain, mereka sedikit menyusahkan jika dalam pertemanan. Mungkin ini akan sedikit terdengar jahat, tapi yah.. memang begitu yang aku rasakan.
Dibanding nongkrong dan ngopi dengan teman, terkadang aku lebih suka pergi sendiri. Duduk di kursi kedai kopi dengan kursi depan kosong, hanya ditemani oleh segelas es kopi susu gula aren dan buku kesukaan adalah cara terbaik untuk menikmati hidup, bagiku.
Komentar
Posting Komentar